Pandang cahaya yang nempel di halaman buku warna gelap di atas
Sepasang telinga disumpal lagu berdenyut dari vokalis yang memilih menyelesaikan hidup
Di lain rumah, ataupun di lain tempat, ada orang sibuk menumpuk cita
Yang lain sibuk mengandai-andai kalau pintu bisa ditanami bunga tidur
Pupuk untuk sulur bunga tidur terbuat dari remukan roti
Yang dijadikan tempat bagi semut-semut mengatur formasi perjalanan pergi-kembali
Bunga tidur tumbuh jadi sulur
Ikat kaki orang yang ingin pergi ke ladang frustasi
Beda tempat, seorang perempuan berdiri di hadapan jendela
Ia tersenyum kepada semut; mengucap—dalam hati—agar hati-hati andai salah formasi
Orang-orang malah kelewat takjub. Senyum milik perempuan laiknya pasar
; membuat orang berduyun kunjung
Ada yang menawar. Memperhatikan. Memaksa mendapatkan. Berdesakkan.
Sayang, senyuman itu diberikan kepada gerimis—yang tak menawar sekalipun.
Tetiba datang sewaktu bulan merangkak naik ke sampul buku berwarna gelap.
Afriza Y. Ardias
07 Mei 2018
di Kontrakan E13